Beberapa hari lagi,,kita semua akan memasuki tahun baru, meninggalkan tahun yang sedang kita jalani sekarang ini. Memasuki tahun 2014 dan meninggalkan tahun 2013. Semua kita atau hampir semua kita bergembira, dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang membuat pesta besar, di hotel2 yang mewah, dengan segala pernak pernik hiburan berkelas. Ada yang keliling dengan bunyi terompet yang memekakkan telinga, yang ditiup kesegala arah. Atau ada yang hanya ikut berjoget, dengan alunan musik dangdut, dari pertunjukan artis dangdut papan atas, atau bawah, gratis, yang mendapat sponsor pabrik rokok. Pokok ee..senang..gembira,,riang..dsb dsb.
Tahun baru milik kita, dengan berbagai nama dan cara perhitungan. Ummat Islam, seperti saya, punya Tahun Hijriah,,orang cina ada tahun Imlek,,bahkan suku maya, punya tahun yang sudah berhenti, karena kiamat yang mereka ramalkan, walau bumi terus berputar. Ada lagi tahu jawa, dsb.Tetapi, yang paling banyak orang teriak-teriak, memperlihatkan kegembiraannya. pada tahun baru masehi, yaitu tahun berdasarkan Astrologie Mesopotamia yang dikembangkan oleh astronom-astronom penyembah dewa. (Berat sedikit ya, tapi ngak apa, utk tambahan pengetahuan)
Tahun masehi dimulai sejak lahirnya Yesus (Nabi Isa), masa awal perjanjian baru, yang sebelumnya memang bumi ini tidak bertanggal, tidak berbulan dan juga tidak bertahun.Sehingga saat harus begembira,,berjingkrak serta meniup terompet,, tidak tau kapan waktunya. Selayaknya,,bagi orang2 berhitung tahun berdasarkan tahun masehi,, berterima kasih kepada Julius Caesar,,yang pertama menerapkan penanggalan masehi, dari hasil perjalanan ke Mesir pada tahun 47 SM. Pada masa itu, di Mesir banyak terdapat ahli perbintangan.
Diawalnya,,Diawal-awal ada ide memberi penanggalan,,satu tahun hanya 10 bulan saja,,maklum hitungnya belum pakai komputer. Makanya,,bulan pertama awal tahun itu,,Maret,,jadi tahun barunya 1 Maret,,coba kalau tidak,,kan jingkrak2nya malam 1 Maret. Maret ini mengambil nama Dewa Mars..Aprilis (April),,salah ini bukan nama Dewa,,tapi sebutan utk suatu suasana yang paling nyaman cuacanya di musim semi. Kemudian dewa lagi, Dewa Maius (Mei),, Dewa Juno (Juni),Quintrilis (Juli), Sextrilis (Agustus), September, October dan December. Nama2 setelah Juni,,ini adalah urutan,,seperti Quintrilis (urutan kelima), Sextrilis (urutan ke enam) dst.
Bulan Quintrilis dan Sextrilis diubah menjadi Julius (Juli) dan Augustus (Agustus) dilakukan untuk menghormati Julius Caesar dan Kaisar Augustus. Pada saat ini, tahunnya juga belum ada, hanya ada Hari dan Bulan..tahun berapa, belum ada kesepakatan. Pada kenyataannya,,satu tahun dengan sepuluh bulan ini, jauh meleset dengan kondisi musim. Misalnya, musim semi pada tahun ini. pada bulan antara Maret, April dan Mei,, tahun depan sudah berubah, sehingga menimbulkan kekacauan. Untuk lebih tepatnya lagi, karena dirasa ada ketidak suaian musim yang mencapai 3 bulan, ditimbulkanlah dua bulan lagi, yaitu Bulan Januari (Dewa Januarius) dan Februari (Februa, nama suatu upacara besar saat itu untuk menyambut datangnya musim semi).
Kenapa satu tahun ada 365 hari, dan satu bulan itu beda-beda ya, ada, 28, 29, 30 dan 31 hari. Itu ada hitung2ngannya.Tapi pernah satu ketika, tahun 46 SM, Julius Caesar menetapkan satu tahun itu 445 hari, ee,, kalau ini diterapkan sampai sekarang, kita-kita yang berumur 40 tahun bisa cuma 30 tahun,,jadi lebih muda ya.Dalam satu kali Bumi mengelilingi Matahari itu jumlahnya 365 hari, tepatnya 365, 25 hari, ada kelebihan 0,25 x 24 jam = 6 jam setiap tahun. Dalam 4 tahun sekali, mejadi satu hari, yakni 4 x 6 jam = 24 jam (1 hari) yang ditambah pada bulan Februari, sehingga bulan Februari ini sangat istimewa, punya jumlah hari 28, 29 dan 30 dalam satu bulan.
Sebenarnya, jumlah waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk mengelilingi matahari, yang disebut tahun, bukan 365, 25 hari, tepatnya, 365 hari, 5 jam dan 56 menit. Jadi, ada kelebihan perhitungan sekitar 4 menit dalam satu tahun, Kalau ribuan tahun, besar juga jumlahnya.
Dewa Mars
Untuk meluruskan yang meleset ini, Paus Gregious XIII, pada tahun 1582, jauh setelah masa Julius Caesar, beberapa keputusan, yaitu :
PERTAMA : Angka Tahun yang diakhiri denan dua nol yang tidak habis dibagi dengan 400 bukan tahun kabisat, sehingga tidak ada penambahan hari menjadi 30. (makanya tahun 2000 yang lalu bulan Februari 29 hari ya).
KEDUA : Tahun 1582, yaitu tahun keputusan ini dibuat, jumlah hari dalam satu tahun dikurangi 10, dan bulan yang dikurangi itu Oktober, sehingga Bulan Oktober Tahun 1582 setelah tanggal 4 langsung tanggal 14.
KETIGA : Awal tahun baru dipindahkan dari 1 Maret,,dipindahkan menjadi 1 Januari, dengan alasan, Dewa Januarius mempunyai dua muka, yang dapat melihat kedepan dan belakang, sehingga dianggap tepat sebagai bulan awal tahun.Tahun 1583 adalah tahun pertama dengan 1 Januari sebagai tahun baru..setelah ribuan tahun, tahun baru itu 1 Maret.sejak tahun 527 M.
DEWA JANUARIUS
Kembali ke awal penetapan tahun,, yang tahun masehi dihitung sejak kelahiran Yesus (Nabi Isa) sering disebut dikalangan Gereja Katolik dengan Anno Domini, yaitu setelah Dionisius Exoguus pada tahun 527 M diperintahkan oleh Paus utk menyempurnakan perhitungan kalender Julian, yaitu penanggalan yang dibuat oleh Julius Caesar.
Maka, berjingkraklah kita (apakah termasuk saya) jika terjadi pergantian tahun, tanpa tau apa yang dirayakan. Sangat sedikit diantara kita yang menyadari.. jingkrak dan sorak sorai ditambah bunyi terompet, yang memekakkan telinga,, bergembira karena umur kita sudah berkurang satu tahun. Senang, dikarenakan semakin dekat dengan ajal.,,, benarkah...?
TAHUN HIJRIAH
Berbeda dengan Tahun Masehi,,yang perhitungan penanggalan pertama sekali dibuat utk kepentingan Julius Caesar, penanggalan Hijriah,, didasarkan pada peralihan hijriah, berpindah ke arah yang lebih baik dengan segala pengorbanan.
Ada satu perbedaan yang hakiki, tahun Masehi dihitung berdasarkan lama waktu peredaran Bumi mengelilingi matahari,sedangkan tahun Hijriah,, berdasarkan lama waktu peredaran bulan mengelingi matahari. Perhitungan awal bulannya didasarkan pada penglihatan terhadap anak bulan (hilal).
Bulan Sabit
Kesamaannya,, masing2 tahun disandarkan pada suatu peritiwa besar,,dimana saat penetapannya peristiwa tersebut telah lama berlalu. Tahun Hijriah,,dihitung awalnya saat Rasulullah dan para sahabat Hijriah dari Mekah ke Madinah, yang penetapannya dilakukan pada masa Khalifah Umar Bin Khatab Berpindah dari duka nestapa,,ke arah yang gelang gemilang..kearah perubahan menuju lebih baik.
Jadi, menuju ke arah lebih baikkah,,jika kita memasuki tahun baru dengan berpesta pora,,berbising ria dengan bunyi terompet,, merayakan waktu hidup yang semakin sedikit. Semakin bertambah tahun kehidupan kita di dunia,, semakin dekat dengan kematian kita. Walaupun tahun baru Hijriah telah kita lewati, dalam hati kita akan bertanya,,adakah kita dapat bertemu lagi dengan tahun baru mendatang.
Biarlah..ada orang demikian suka cita..riang gembira,, berpesta pora,,menyambut Tahun Baru,, orang-orang itu tidak ada dosanya,,walaupun masa hidupnya semakin berkurang. Mereka suci dan bersih,,karena dosa mereka sudah ada yang menebusnya. Jadi wajar saja,,jika mereka jingkrak2,,riang gembira,menyambut pergantian tahun, karena semakin dekat dengan kematian. Bagaimana dengan kita...?
Kita,, tidak ada orang yang dapat menebus dosa kita,,dosa kita adalah tanggung jawab kita. Dosa ummat yang demikian banyak,,tidak mungkin ditebus oleh satu orang. Tanggung jawab kita,,sehingga kita harus suci dan semakin bersih,,seiring pergantian tahun, yang membuat semakin dekat dengan ajal. Mari menghitung hari..hari yang telah kita lalui.. agar waktu yang semakin dekat tidak menjadi kegundahan..Tahun baru yang dapat kita sambut,,dengan ,,MENUJU HIJRIAH,,
Diawalnya,,Diawal-awal ada ide memberi penanggalan,,satu tahun hanya 10 bulan saja,,maklum hitungnya belum pakai komputer. Makanya,,bulan pertama awal tahun itu,,Maret,,jadi tahun barunya 1 Maret,,coba kalau tidak,,kan jingkrak2nya malam 1 Maret. Maret ini mengambil nama Dewa Mars..Aprilis (April),,salah ini bukan nama Dewa,,tapi sebutan utk suatu suasana yang paling nyaman cuacanya di musim semi. Kemudian dewa lagi, Dewa Maius (Mei),, Dewa Juno (Juni),Quintrilis (Juli), Sextrilis (Agustus), September, October dan December. Nama2 setelah Juni,,ini adalah urutan,,seperti Quintrilis (urutan kelima), Sextrilis (urutan ke enam) dst.
Bulan Quintrilis dan Sextrilis diubah menjadi Julius (Juli) dan Augustus (Agustus) dilakukan untuk menghormati Julius Caesar dan Kaisar Augustus. Pada saat ini, tahunnya juga belum ada, hanya ada Hari dan Bulan..tahun berapa, belum ada kesepakatan. Pada kenyataannya,,satu tahun dengan sepuluh bulan ini, jauh meleset dengan kondisi musim. Misalnya, musim semi pada tahun ini. pada bulan antara Maret, April dan Mei,, tahun depan sudah berubah, sehingga menimbulkan kekacauan. Untuk lebih tepatnya lagi, karena dirasa ada ketidak suaian musim yang mencapai 3 bulan, ditimbulkanlah dua bulan lagi, yaitu Bulan Januari (Dewa Januarius) dan Februari (Februa, nama suatu upacara besar saat itu untuk menyambut datangnya musim semi).
Kenapa satu tahun ada 365 hari, dan satu bulan itu beda-beda ya, ada, 28, 29, 30 dan 31 hari. Itu ada hitung2ngannya.Tapi pernah satu ketika, tahun 46 SM, Julius Caesar menetapkan satu tahun itu 445 hari, ee,, kalau ini diterapkan sampai sekarang, kita-kita yang berumur 40 tahun bisa cuma 30 tahun,,jadi lebih muda ya.Dalam satu kali Bumi mengelilingi Matahari itu jumlahnya 365 hari, tepatnya 365, 25 hari, ada kelebihan 0,25 x 24 jam = 6 jam setiap tahun. Dalam 4 tahun sekali, mejadi satu hari, yakni 4 x 6 jam = 24 jam (1 hari) yang ditambah pada bulan Februari, sehingga bulan Februari ini sangat istimewa, punya jumlah hari 28, 29 dan 30 dalam satu bulan.
Sebenarnya, jumlah waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk mengelilingi matahari, yang disebut tahun, bukan 365, 25 hari, tepatnya, 365 hari, 5 jam dan 56 menit. Jadi, ada kelebihan perhitungan sekitar 4 menit dalam satu tahun, Kalau ribuan tahun, besar juga jumlahnya.
Dewa Mars
Untuk meluruskan yang meleset ini, Paus Gregious XIII, pada tahun 1582, jauh setelah masa Julius Caesar, beberapa keputusan, yaitu :
PERTAMA : Angka Tahun yang diakhiri denan dua nol yang tidak habis dibagi dengan 400 bukan tahun kabisat, sehingga tidak ada penambahan hari menjadi 30. (makanya tahun 2000 yang lalu bulan Februari 29 hari ya).
KEDUA : Tahun 1582, yaitu tahun keputusan ini dibuat, jumlah hari dalam satu tahun dikurangi 10, dan bulan yang dikurangi itu Oktober, sehingga Bulan Oktober Tahun 1582 setelah tanggal 4 langsung tanggal 14.
KETIGA : Awal tahun baru dipindahkan dari 1 Maret,,dipindahkan menjadi 1 Januari, dengan alasan, Dewa Januarius mempunyai dua muka, yang dapat melihat kedepan dan belakang, sehingga dianggap tepat sebagai bulan awal tahun.Tahun 1583 adalah tahun pertama dengan 1 Januari sebagai tahun baru..setelah ribuan tahun, tahun baru itu 1 Maret.sejak tahun 527 M.
DEWA JANUARIUS
Kembali ke awal penetapan tahun,, yang tahun masehi dihitung sejak kelahiran Yesus (Nabi Isa) sering disebut dikalangan Gereja Katolik dengan Anno Domini, yaitu setelah Dionisius Exoguus pada tahun 527 M diperintahkan oleh Paus utk menyempurnakan perhitungan kalender Julian, yaitu penanggalan yang dibuat oleh Julius Caesar.
Maka, berjingkraklah kita (apakah termasuk saya) jika terjadi pergantian tahun, tanpa tau apa yang dirayakan. Sangat sedikit diantara kita yang menyadari.. jingkrak dan sorak sorai ditambah bunyi terompet, yang memekakkan telinga,, bergembira karena umur kita sudah berkurang satu tahun. Senang, dikarenakan semakin dekat dengan ajal.,,, benarkah...?
TAHUN HIJRIAH
Berbeda dengan Tahun Masehi,,yang perhitungan penanggalan pertama sekali dibuat utk kepentingan Julius Caesar, penanggalan Hijriah,, didasarkan pada peralihan hijriah, berpindah ke arah yang lebih baik dengan segala pengorbanan.
Ada satu perbedaan yang hakiki, tahun Masehi dihitung berdasarkan lama waktu peredaran Bumi mengelilingi matahari,sedangkan tahun Hijriah,, berdasarkan lama waktu peredaran bulan mengelingi matahari. Perhitungan awal bulannya didasarkan pada penglihatan terhadap anak bulan (hilal).
Kesamaannya,, masing2 tahun disandarkan pada suatu peritiwa besar,,dimana saat penetapannya peristiwa tersebut telah lama berlalu. Tahun Hijriah,,dihitung awalnya saat Rasulullah dan para sahabat Hijriah dari Mekah ke Madinah, yang penetapannya dilakukan pada masa Khalifah Umar Bin Khatab Berpindah dari duka nestapa,,ke arah yang gelang gemilang..kearah perubahan menuju lebih baik.
Jadi, menuju ke arah lebih baikkah,,jika kita memasuki tahun baru dengan berpesta pora,,berbising ria dengan bunyi terompet,, merayakan waktu hidup yang semakin sedikit. Semakin bertambah tahun kehidupan kita di dunia,, semakin dekat dengan kematian kita. Walaupun tahun baru Hijriah telah kita lewati, dalam hati kita akan bertanya,,adakah kita dapat bertemu lagi dengan tahun baru mendatang.
Biarlah..ada orang demikian suka cita..riang gembira,, berpesta pora,,menyambut Tahun Baru,, orang-orang itu tidak ada dosanya,,walaupun masa hidupnya semakin berkurang. Mereka suci dan bersih,,karena dosa mereka sudah ada yang menebusnya. Jadi wajar saja,,jika mereka jingkrak2,,riang gembira,menyambut pergantian tahun, karena semakin dekat dengan kematian. Bagaimana dengan kita...?
Kita,, tidak ada orang yang dapat menebus dosa kita,,dosa kita adalah tanggung jawab kita. Dosa ummat yang demikian banyak,,tidak mungkin ditebus oleh satu orang. Tanggung jawab kita,,sehingga kita harus suci dan semakin bersih,,seiring pergantian tahun, yang membuat semakin dekat dengan ajal. Mari menghitung hari..hari yang telah kita lalui.. agar waktu yang semakin dekat tidak menjadi kegundahan..Tahun baru yang dapat kita sambut,,dengan ,,MENUJU HIJRIAH,,


