Selasa, 14 Januari 2014

PERUBAHAN

Satu kata yang beberapa tahun belakangan ini menjadi demikian populer. Satu kata yang seolah-olah menjadi wajib dimiliki dan diketahui oleh semua orang. Satu kata yang demikian sakral bahkan  didewakan, sebagian orang, terutama oleh para calon, apakah itu calon eksekutif atau legislatif,,atau calon-calon lainnya, sampai dengan calon pengantin.
Secara kaedah Kamus Bahasa Indonesia,,Perubahan berasal dari asal kata "ubah" atau ber "ubah" yang artinya menjadi lain (berbeda) dari semula. Ubah bentuk,membuat bentuk berubah. Ubah.suai..menjadi sesuatu berubah sesuai dengan yang dikehendaki. Ubah-an,,sesuatu yang sudah berubah,,sesuatu yang sudah berlainan dengan yang semula. Berubah-ubah..tidak tetap kemauannya dari waktu ke waktu. Per-ubah-an,, hal(keadaan) yang berubah; peralihan; pertukaran; rupanya.
Obama, naik ke kursi kekuasaan di negeri paman sam sana,dengan jargon perubahan..Demikian gegap gempita,, Amerika dengan kosa kata ini. Change..kata Obama, denga jargon YES WE CAN,,lantas disambut gemuruh oleh ratusan ribu pendukung Obama. Masyarakat Amerika tersihir dengan kosa kata "Change" ala Obama,,Magic sihir ini menjalar ke luar Amerika,,bahkan meluas keantero jagat,,tak ketinggalan,,negeri seribu pulau ini..Nusantara. Di dalam negeri..jargon kampanye Obama ini,,diadopsi mentah-mentah oleh pasangan SBY - JK pada pemilu 2004,,BERSAMA KITA BISA Demikian sakral kosa kata ini,,sehingga membius umat,,dan menjadi,,seolah-olah,siapapun yang tidak setuju dengan kosa kata ini,,artinya anti demokrasi. Tema kampanye Obama..semangat perubahan..mengantar dia dalam catatan penting sejarah dunia,,sebagai Presiden Amerika pertama berkulit hitam. Tidak mengherankan,, seluruh masyarakat dunia diliputi semangat euphoria yang begitu tinggi (mungkin melebihi euphoria Jokowi sekarang) akan datangnya sebuah harapan dan perubahan yang mendasar,,dalam setiap kebijakan pemerntahan Barack Husein Obama.
Euphoria Obama demikian kental di Negeri ini,,apa lagi ada sentuhan jejak Obama di menteng. Media berlomba mengorek cerita tentang Obama,,mulai (kalau bisa) dari dia tidur sampai dia tidur lagi. Orang2 yang pernah bersentuhan dengan obama diburu,,ditampilkan,dilayar kaca,,jika perlu orang yang pernah mengganti popoknya,akan tampil bererita,,tentunya dengan rasa bangga,,yang luar biasa,,bagaimana wanginya bau pipis Obama,,yang mungkin dulu malu untuk mengungkapkan dia pernah menjadi tukang buang hajat Obama. Media yang membuat berubah.
Apakah masyarakat memang siap dan mengerti tentang perubahan itu sendiri ?. Itu lain persoalannya. Kita semua masih ingat,,rakyat amerika begitu menanggapi negatif,,disaat muncul issue,,Obama itu seorang Muslim,sampai2 Capres Republik John McCain mengatakan "saya lebih memilih seorang presiden kristen dari pada seorang Muslim". Ini membuktikan,,seandainya benar Obama seorang Muslim,, rakyat sebuah negara yang katanya kampiun Demokrasi didunia ini,,tidak siap menerima seorang presiden merekan yang Muslim. Tidak siap menerima perubahan,,yang slogan dan jargonnya mereka sambut dengan gegap gempita.Bahkan Steve King,,seorang senator dari Iowa mengatakan,,kemenangan Obama akan disambut gembira oleh teroris. Padahal seperti dikatakan oleh Keith Ellison, anggota Kongres Amerika pertama yang Muslim..tidak ada salahnya dengan menjadi seorang Muslim.

                                                        PELANTIKAN OBAMA

Perubahannya SBY ,,juga dapat menghipnotis sebagian rakyat Indonesia,,termasuk di Aceh. Periode pertama SBY - JK,,dengan jargon Bersama Kita Bisa,,mengantarkan SBY ke Istana Negara,,Periode kedua SBY dengan Boediono dengan jargon Lanjutkan..dapat  mempertahankan SBY sebagai RI-1. Masyarakat ,,tanpa analisa,,memahami jargon Lanjutkan..adalah melanjutkan perubahan. Padahal kalau disimak,,SBY telah berhasil melakukan perubahan..tidak bersama JK lagi..lanjutkan dengan berubah,,lanjutkan dengan perubahan.

                                                        PELANTIKAN SBY

Seperti arti kosa kata perubahan dalam Kamus Bahasa Indonesia, perubahan adalah hal(keadaan) yang berubah; peralihan; pertukaran; rupanya dalam perjalanan hidup manusia pasti terjadi. Manusia lahir sebagai bayi yang lemah,kemudian terus mengalami perubahan sampai menjadi tua renta dan seperti bayi lagi,,yang lemah. Dunia juga terus berubah,,pernah zaman purba,,zaman batu,,sampai zaman sekarang ini. Telekomunikasi terus mengalami perubahan,,sampai kita dapat menulis dan mengaktualisasikan pikiran2 kita,,melalui media sosial seperti ini,,yang zaman dulu tidak ada. Sistim Politikjuga berubah,,zaman Soekarno ada Demokrasi Nasakom,,Zaman Soeharto ada Demokrasi Pancasila dengan P4nya,,dan sekarang dengan Era Reformasinya,,yang katanya belum tuntas. Jadi..tanpa harus jadi jargon Obama,,jadi tema kampanye SBY..dan tema serta jargon para caleg,,perubahan terus berlangsung. Setiap orang butuh perubahan. Cuma ada satu yang keinginan manusia agar tidak berubah,,dari muda menjadi tua.semoga tetap muda.yang tidak akan terkabulkan.
Setiap pencuri butuh perubahan,,bagaimana agar orang tidak mengunci rumahnya,,sehingga mudah untuk dimasuki. Setiap pelacur ingin agar laki-laki yang hidungnya belang berubah bertambah banyak. Koruptor ingin agar KPK berubah,,tidak dihuni lagi oleh orang2 yang benci terhadap korupsi. Kemungkinan ada juga para caleg yang ingin berubah,,yang sekarang belum punya apa2..tinggal masih di ruah sewa,, begitu terpilih,, berubah menjadi OKB yang punya segalanya,,yang kita tidak tau sumbernya.
So,,jadi ,,rupanya kosa kata perubahan,,adalah kosa kata biasa,,yang tanpa berbuat apapun,,terjadi juga perubahan. Perubahan,,hanya kosa kata biasa,,seperti kosa kata lainnya,,yang diluarbiasakan oleh orang2 untuk kepentingan,yang dapat meng euphoria suasana,,permainan dari media. Perubahan,,semestinya,,tidak harus menjadi jargon,,meraksasa,,karena perubahan itu biasa. Kosa kata yang biasa.

Jumat, 27 Desember 2013

TAHUN BARU

Beberapa hari lagi,,kita semua akan memasuki tahun baru, meninggalkan tahun yang sedang kita jalani sekarang ini. Memasuki tahun 2014 dan meninggalkan tahun 2013. Semua kita atau hampir semua kita bergembira, dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang membuat pesta besar, di hotel2 yang mewah, dengan segala pernak pernik hiburan berkelas. Ada yang keliling dengan bunyi terompet yang memekakkan telinga, yang ditiup kesegala arah. Atau ada yang hanya ikut berjoget, dengan alunan musik dangdut, dari pertunjukan artis dangdut papan atas, atau bawah, gratis, yang mendapat sponsor pabrik rokok. Pokok ee..senang..gembira,,riang..dsb dsb.
Tahun baru milik kita, dengan berbagai nama dan cara perhitungan. Ummat Islam, seperti saya, punya Tahun Hijriah,,orang cina ada tahun Imlek,,bahkan suku maya, punya tahun yang sudah berhenti, karena kiamat yang mereka ramalkan, walau bumi terus berputar. Ada lagi tahu jawa, dsb.Tetapi, yang paling banyak orang teriak-teriak, memperlihatkan kegembiraannya. pada tahun baru masehi, yaitu tahun berdasarkan Astrologie Mesopotamia yang dikembangkan oleh astronom-astronom penyembah dewa. (Berat sedikit ya, tapi ngak apa, utk tambahan pengetahuan)
Tahun masehi dimulai sejak lahirnya Yesus (Nabi Isa), masa awal perjanjian baru, yang sebelumnya memang bumi ini tidak bertanggal, tidak berbulan dan juga tidak bertahun.Sehingga saat harus begembira,,berjingkrak serta meniup terompet,, tidak tau kapan waktunya. Selayaknya,,bagi orang2 berhitung tahun berdasarkan tahun masehi,, berterima kasih kepada Julius Caesar,,yang pertama menerapkan penanggalan masehi, dari hasil perjalanan ke Mesir pada tahun 47 SM. Pada masa itu, di Mesir banyak terdapat ahli perbintangan.
Diawalnya,,Diawal-awal ada ide memberi penanggalan,,satu tahun hanya 10 bulan saja,,maklum hitungnya belum pakai komputer. Makanya,,bulan pertama awal tahun itu,,Maret,,jadi tahun barunya 1 Maret,,coba kalau tidak,,kan jingkrak2nya malam 1 Maret. Maret ini mengambil nama Dewa Mars..Aprilis (April),,salah ini bukan nama Dewa,,tapi sebutan utk suatu suasana yang paling nyaman cuacanya di musim semi. Kemudian dewa lagi, Dewa Maius (Mei),, Dewa Juno (Juni),Quintrilis (Juli), Sextrilis (Agustus), September, October dan December. Nama2 setelah Juni,,ini adalah urutan,,seperti Quintrilis (urutan kelima), Sextrilis (urutan ke enam) dst.
Bulan Quintrilis dan Sextrilis diubah menjadi Julius (Juli) dan Augustus (Agustus) dilakukan untuk menghormati Julius Caesar dan Kaisar Augustus. Pada saat ini, tahunnya juga belum ada, hanya ada Hari dan Bulan..tahun berapa, belum ada kesepakatan. Pada kenyataannya,,satu tahun dengan sepuluh bulan ini, jauh meleset dengan kondisi musim. Misalnya, musim semi pada tahun ini. pada bulan antara Maret, April dan Mei,, tahun depan sudah berubah, sehingga menimbulkan kekacauan. Untuk lebih tepatnya lagi, karena dirasa ada ketidak suaian musim yang mencapai 3 bulan, ditimbulkanlah dua bulan lagi, yaitu Bulan Januari (Dewa Januarius) dan Februari (Februa, nama suatu upacara besar saat itu untuk menyambut datangnya musim semi).
Kenapa satu tahun ada 365 hari, dan satu bulan itu beda-beda ya, ada, 28, 29, 30 dan 31 hari. Itu ada hitung2ngannya.Tapi pernah satu ketika, tahun 46 SM, Julius Caesar menetapkan satu tahun itu 445 hari, ee,, kalau ini diterapkan sampai sekarang, kita-kita yang berumur 40 tahun bisa cuma 30 tahun,,jadi lebih muda ya.Dalam satu kali Bumi mengelilingi Matahari itu jumlahnya 365 hari, tepatnya 365, 25 hari, ada kelebihan 0,25 x 24 jam = 6 jam setiap tahun. Dalam 4 tahun sekali, mejadi satu hari, yakni 4 x 6 jam = 24 jam (1 hari) yang ditambah pada bulan Februari, sehingga bulan Februari ini sangat istimewa, punya jumlah hari 28, 29 dan 30 dalam satu bulan.
Sebenarnya, jumlah waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk mengelilingi matahari, yang disebut tahun, bukan 365, 25 hari, tepatnya, 365 hari, 5 jam dan 56 menit. Jadi, ada kelebihan perhitungan sekitar 4 menit dalam satu tahun, Kalau ribuan tahun, besar juga jumlahnya.

                                                                         Dewa Mars

Untuk meluruskan yang meleset ini, Paus Gregious XIII, pada tahun 1582, jauh setelah masa Julius Caesar, beberapa keputusan, yaitu :
PERTAMA : Angka Tahun yang diakhiri denan dua nol yang tidak habis dibagi dengan 400 bukan tahun kabisat, sehingga tidak ada penambahan hari menjadi 30. (makanya tahun 2000 yang lalu bulan Februari 29 hari ya).
KEDUA : Tahun 1582, yaitu tahun keputusan ini dibuat, jumlah hari dalam satu tahun dikurangi 10, dan bulan yang dikurangi itu Oktober, sehingga Bulan Oktober Tahun 1582 setelah tanggal 4 langsung tanggal 14.
KETIGA : Awal tahun baru dipindahkan dari 1 Maret,,dipindahkan menjadi 1 Januari, dengan alasan, Dewa Januarius mempunyai dua muka, yang dapat melihat kedepan dan belakang, sehingga dianggap tepat sebagai bulan awal tahun.Tahun 1583 adalah tahun pertama dengan 1 Januari sebagai tahun baru..setelah ribuan tahun, tahun baru itu 1 Maret.sejak tahun 527 M.
                                                                  DEWA JANUARIUS
Kembali ke awal penetapan tahun,, yang tahun masehi dihitung sejak kelahiran Yesus (Nabi Isa) sering disebut dikalangan Gereja Katolik dengan Anno Domini, yaitu setelah Dionisius Exoguus pada tahun 527 M diperintahkan oleh Paus utk menyempurnakan perhitungan kalender Julian, yaitu penanggalan yang dibuat oleh Julius Caesar.
Maka, berjingkraklah kita (apakah termasuk saya) jika terjadi pergantian tahun, tanpa tau apa yang dirayakan. Sangat sedikit diantara kita yang menyadari.. jingkrak dan sorak sorai ditambah bunyi terompet, yang memekakkan telinga,,  bergembira karena umur kita sudah berkurang satu tahun. Senang, dikarenakan semakin dekat dengan ajal.,,, benarkah...?

TAHUN HIJRIAH

Berbeda dengan Tahun Masehi,,yang perhitungan penanggalan pertama sekali dibuat utk kepentingan Julius Caesar, penanggalan Hijriah,, didasarkan pada peralihan hijriah, berpindah ke arah yang lebih baik dengan segala pengorbanan.
Ada satu perbedaan yang hakiki, tahun Masehi dihitung berdasarkan lama waktu peredaran Bumi mengelilingi matahari,sedangkan tahun Hijriah,, berdasarkan lama waktu peredaran bulan mengelingi matahari. Perhitungan awal bulannya didasarkan pada penglihatan terhadap anak bulan (hilal).

                                                                       Bulan Sabit
Kesamaannya,, masing2 tahun disandarkan pada suatu peritiwa besar,,dimana saat penetapannya peristiwa tersebut telah lama berlalu. Tahun Hijriah,,dihitung awalnya saat Rasulullah dan para sahabat Hijriah dari Mekah ke Madinah, yang penetapannya dilakukan pada masa Khalifah Umar Bin Khatab Berpindah dari duka nestapa,,ke arah yang gelang gemilang..kearah perubahan menuju lebih baik.
Jadi, menuju ke arah lebih baikkah,,jika kita memasuki tahun baru dengan berpesta pora,,berbising ria dengan bunyi terompet,,  merayakan waktu hidup yang semakin sedikit. Semakin bertambah tahun kehidupan kita di dunia,, semakin dekat dengan kematian kita. Walaupun tahun baru Hijriah telah kita lewati, dalam hati kita akan bertanya,,adakah kita dapat bertemu lagi dengan tahun baru mendatang.
Biarlah..ada orang demikian suka cita..riang gembira,, berpesta pora,,menyambut Tahun Baru,, orang-orang itu  tidak ada dosanya,,walaupun masa hidupnya semakin berkurang. Mereka suci dan bersih,,karena dosa mereka sudah ada yang menebusnya. Jadi wajar saja,,jika mereka jingkrak2,,riang gembira,menyambut pergantian tahun, karena semakin dekat dengan kematian. Bagaimana dengan kita...?
Kita,, tidak ada orang yang dapat menebus dosa kita,,dosa kita adalah tanggung jawab kita. Dosa ummat yang demikian banyak,,tidak mungkin ditebus oleh satu orang. Tanggung jawab kita,,sehingga kita harus suci dan semakin bersih,,seiring pergantian tahun, yang membuat semakin dekat dengan ajal. Mari menghitung hari..hari yang telah kita lalui.. agar waktu yang semakin dekat tidak menjadi kegundahan..Tahun baru yang dapat kita sambut,,dengan ,,MENUJU HIJRIAH,,

Selasa, 24 Desember 2013

LEBIH BAIK TERLAMBAT DARI PADA TIDAK SAMA SEKALI

Sudah lama,,saya disarankan untuk membuat BLOG terutama oleh anak lelaki tertua saya. Yah..buat aja blog..jadi Ayah bisa tuangkan,,gagasan,,pendapat..opini..dan sebagainya untuk tujuan kebaikan,,dan tulisan ayah itu dapat dibaca orang.katanya. Tetapi saran anak saya itu seperti terabaikan..bahkan seperti terlupakan.
Beberapa waktu yang lalu,,saran anak lelaki tertua saya itu teringat lagi,, ditengah penggalangan opini media..yang kadang lebih banyak tdak sesuai dengan kondisi daerah,adat istiadat,,kultur masyarakat,,terlebih Agama,,terutam agama Islam. Anak remaja sekarang ini,,seolah.. tayangan media,,terutama media TV begitu berpengaruh dalam kehidupannya.  Memang blog saya ini bukan bermaksud mengubah pandangan masyarakat secara instant,,akan tetapi setidaknya dapat dibaca,,terutama oleh,anak2 saya,,kemenakan2 saya,,saudara2 saya dan orang2 yang kenal dan ingin kenal dengan saya. Terlebih lagi dengan keinginan saya,,bahkan sekarang ini telah menjadi salah seorang Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) utusan Partai Bulan Bintang (PBB) dari Daerah Pemilihan 7 (Kota Langsa & Kabupaten Tamiang). Setidaknya,,masyarakat Kota Langsa dan Tamiang yang mempunyai akses Internet,,dapat mengenal salah satu calon wakilnya yg diajukan oleh PBB. Jujur saja,,paling tidak media ini,,dapat saya jadikan media kampanye yang positif,,ditengah jorjorannya kampanye kandidat lain,yang secara jujur juga harus saya katakan,,saya tidak mampu melaksanakannya,,ditengah kondisi keuangan yang terbatas, (siapa tau ada yang ingin menyumbang).
Inilah maksud dan tujuan saya membuat blog ini,,saya akan tuangkan tulisan saya,,mengenai berbagai hal,,dengan batasan moral dan etika yang jelas.  Karena saya merupakan salah satu calon anggota DPRA,, kemungkinan,, kemungkinan tulisan saya akan banyak bersinggungan dengan politik ataupun opini politik,, dan permasalahan yang sedang hangat dtengah masyarakat. Mohon dukungan dan doanya,,kepada saya,, sehingga LEBIH BAIK TERLAMBAT DARI PADA TIDAK SAMA SEKALI